MEDIAMINANG.COM – Pemerintah Kota Padang berupaya mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Saat ini sekitar 73,25 persen sampah di kota tersebut masih berakhir di TPA, padahal target nasional mengharuskan jumlahnya berada di bawah 30 persen.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus diatasi bersama oleh pemerintah dan masyarakat melalui perbaikan sistem pengelolaan sampah.
Menurutnya, ke depan penanganan sampah di Kota Padang akan dilakukan secara lebih terstruktur dengan menerapkan prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Upaya tersebut akan dilakukan antara lain dengan memperkuat peran bank sampah serta mengadakan lomba pemilahan sampah di tengah masyarakat.
Fadly menjelaskan bahwa berbagai langkah yang telah dilakukan sebelumnya mulai menunjukkan hasil positif. Kota Padang bahkan berhasil meraih Sertifikat Adipura dan masuk dalam daftar delapan kota terbersih di Indonesia.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras berbagai pihak, termasuk petugas kebersihan, pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Dinas PUPR, serta petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) yang setiap hari bekerja di lapangan.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, pemerintah kota juga berencana kembali menggelar lomba kebersihan dan keindahan lingkungan tingkat RT se-Kota Padang yang bertajuk Padang Rancak pada April mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan hadiah khusus bagi lingkungan yang berhasil mengelola dan memilah sampah dengan baik.
Sumber: Tribun Padang
