MEDIAMINANG.COM – Pemerintah Kota Padang memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Upaya tersebut dibahas dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Kamis (7/5/2026).
Dalam pertemuan itu, sejumlah komoditas strategis menjadi perhatian, terutama cabai merah, bawang merah, serta daging sapi dan kerbau yang dinilai berpotensi mengalami kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, Badan Pusat Statistik, Pertamina, hingga pelaku usaha.
“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, Pemko Padang berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, terutama mendekati Hari Raya Idul Adha,” kata Maigus.
Ia menjelaskan terdapat tiga faktor yang berpotensi memicu kenaikan harga.
Pertama, konflik global di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dan tarif angkutan udara.
Kedua, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idul Adha.
Ketiga, perubahan biaya distribusi akibat fluktuasi harga bahan bakar.
Sebagai langkah antisipasi, Pemko Padang telah menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 104 kelurahan bekerja sama dengan Bulog dan Bank Indonesia.
Selain itu, pemerintah kota juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah melalui program urban farming untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
“Pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan di pasar, tetapi juga dimulai dari rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Iqbal Ramadi Payana, mengatakan ketersediaan 12 komoditas pangan strategis di Sumbar masih dalam kondisi aman menjelang Idul Adha.
Meski demikian, beberapa komoditas seperti cabai merah, bawang merah, serta daging sapi dan kerbau tetap perlu mendapat perhatian khusus.
Ia menyebut stok beras di Kota Padang saat ini mencapai 33.506 ton dengan surplus sekitar 25 ribu ton dan dinilai cukup memenuhi kebutuhan hingga 90 hari ke depan.
Untuk cabai merah, stok tercatat sebanyak 1.313 ton dengan ketahanan sekitar enam hari.
Sedangkan bawang merah tersedia 492 ton dengan ketahanan hingga 12 hari.
“Secara umum stok pangan strategis masih surplus, namun beberapa komoditas tetap perlu diwaspadai karena masa ketahanannya relatif pendek,” kata Iqbal.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Andy Setyo Biwado, menambahkan inflasi Sumbar pada April 2026 masih berada dalam kondisi terkendali.
Secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 1,97 persen dan masih berada dalam target nasional.
Menurutnya, komoditas yang memberi andil terhadap inflasi di Kota Padang antara lain angkutan udara, bawang merah, jengkol, minyak goreng, dan laptop.
Sementara komoditas yang mengalami deflasi yaitu cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan.
“Secara umum inflasi di Sumbar masih terkendali, namun tetap perlu pengawasan terutama menjelang meningkatnya konsumsi masyarakat saat Idul Adha,” ujar Andy.
Sumber: Tribun Padang
