MEDIAMINANG.COM – Rumah Baca CMD di Nagari Bukit Bual, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, menjadi contoh inspiratif pengembangan literasi masyarakat dari fasilitas sederhana hingga berhasil mendapat perhatian nasional.
Tempat yang awalnya hanya berupa ruang belajar kecil dengan koleksi buku terbatas itu kini berkembang menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari belajar anak-anak, latihan seni tradisional remaja, hingga kegiatan senam bagi para lansia.
Rumah Baca CMD berdiri pada tahun 2022 sebagai wadah bimbingan belajar sederhana untuk anak-anak di nagari tersebut. Pada awalnya, pengelola hanya mengandalkan koleksi buku pribadi untuk mendukung kegiatan belajar masyarakat.
Perkembangan rumah baca itu kemudian mendapat dukungan melalui donasi buku dari Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sijunjung, Fadhlur Rahman Ahsas. Bantuan tersebut membuat koleksi bacaan semakin bertambah dan menarik lebih banyak masyarakat untuk datang belajar.
Menurut salah seorang pengelola, Ramadhan Putra, antusiasme masyarakat menjadi kekuatan utama yang membuat Rumah Baca CMD terus berkembang. Banyak anak datang untuk belajar membaca, mengerjakan tugas sekolah, hingga mengikuti berbagai kegiatan positif lainnya.
Melihat dampak yang dirasakan masyarakat, dukungan orang tua dan warga pun terus mengalir. Rumah Baca CMD dianggap menjadi ruang positif bagi generasi muda di tengah keterbatasan akses literasi di daerah tersebut.
Pada tahun 2023, Rumah Baca CMD resmi bertransformasi menjadi perpustakaan masyarakat setelah memperoleh legalitas melalui Surat Keputusan Wali Nagari. Sejak saat itu, fungsi rumah baca semakin berkembang menjadi ruang pemberdayaan masyarakat berbasis literasi.
Perjalanan Rumah Baca CMD semakin mendapat perhatian setelah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sijunjung menggandengnya dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) pada tahun 2024.
Melalui program tersebut, Rumah Baca CMD menerima bantuan berupa 1.000 buku dan satu unit komputer untuk mendukung kegiatan literasi serta administrasi berbasis digital. Program TPBIS juga dinilai berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap fungsi perpustakaan yang tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat.
Sumber: Tribun Padang
