Rekor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Singgalang 2026 Digelar untuk Menjamin Kenyamanan Masyarakat

MEDIAMINANG.COM Pemerintah bersama aparat keamanan menggelar rapat koordinasi lintas sektoral terkait pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang 2026 guna mempersiapkan pelayanan dan pengamanan bagi masyarakat selama perayaan Idulfitri 1447 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Pertemuan Mapolres 50 Kota, Sarilamak, pada Senin (9/3/2026).

Rapat koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama menjelang, saat, hingga setelah perayaan Idulfitri. Melalui pertemuan tersebut, berbagai instansi terkait membahas langkah-langkah strategis guna menciptakan situasi yang aman dan tertib selama masa libur Lebaran.

Operasi Ketupat Singgalang 2026 sendiri akan dilaksanakan selama 13 hari, yakni mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi kepolisian terpusat ini bersifat terbuka dengan mengutamakan kegiatan preventif melalui Satuan Tugas Preventif, serta didukung oleh satuan Kamseltibcar Lantas, penegakan hukum, dan humas. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 105 personel Polri akan diterjunkan dan diperkuat oleh 71 personel dari TNI serta berbagai instansi dan lembaga daerah.

Pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik yang dianggap rawan atau berpotensi menimbulkan keramaian dan kemacetan. Beberapa lokasi tersebut antara lain 173 titik pelaksanaan Salat Id, empat objek wisata, empat persimpangan yang rawan kemacetan lalu lintas, dua pasar tumpah, serta empat SPBU. Selain itu, pengamanan juga akan dilakukan di beberapa titik strategis lain yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di wilayah hukum Polres 50 Kota.

Untuk menunjang pelaksanaan pengamanan tersebut, pihak kepolisian juga menyiapkan empat pos pengamanan yang tersebar di beberapa lokasi, yakni Pos Kelok IX, Pos Simpang Sarilamak, Pos Pengamanan Objek Wisata Kapalo Banda, serta Pos Pengamanan Harau.

Kapolres 50 Kota, AKBP Syaiful Wachid, menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Singgalang merupakan upaya kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode Lebaran. Menurutnya, kehadiran aparat keamanan di lapangan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pengamanan tidak dapat terwujud tanpa adanya kerja sama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah, lembaga, serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hal serupa juga disampaikan oleh Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang. Ia menyebutkan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang akan datang ke wilayah Lima Puluh Kota maupun Sumatera Barat secara umum.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan selama perayaan Idulfitri sangat bergantung pada sinergi dan kerja sama antarinstansi serta berbagai pemangku kepentingan. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan masyarakat dapat merasakan rasa aman dan nyaman selama menjalankan aktivitas di masa libur Lebaran.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, unsur Forkopimda, jajaran Polres dan Kapolsek, perangkat daerah, serta berbagai lembaga dan organisasi seperti MUI, LKKAM, PLN, pengusaha, pengelola pariwisata, dan unsur terkait lainnya.

Sumber: Diskominfo Lima Puluh Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *