MEDIAMINANG.COM – FIFA memastikan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2026 kemungkinan besar tidak akan mengalami penundaan meskipun situasi geopolitik dunia saat ini sedang memanas, terutama akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Kepala Operasional (COO) Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi, menyampaikan bahwa pihak penyelenggara terus memantau perkembangan situasi global secara berkala. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat alasan kuat yang dapat menyebabkan penundaan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Schirgi mengatakan bahwa penyelenggara tetap bekerja sama dengan berbagai mitra federal serta lembaga internasional untuk mengevaluasi perkembangan kondisi global. Dengan cara tersebut, FIFA dapat mengambil langkah yang tepat jika terjadi perubahan situasi yang signifikan.
Selain itu, FIFA juga masih melakukan komunikasi dengan Iran Football Federation untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi yang sedang berkembang di negara tersebut. Namun, Schirgi tidak menjelaskan secara rinci mengenai hasil pembicaraan tersebut.
Ia berharap seluruh negara yang telah memastikan diri lolos ke putaran final dapat berpartisipasi dalam turnamen tersebut tanpa hambatan, termasuk Iran. Menurutnya, di tengah situasi dunia yang penuh ketegangan, Piala Dunia justru dapat menjadi momentum untuk mempererat persatuan antarbangsa.
Schirgi menilai bahwa Piala Dunia selalu memiliki daya tarik global yang mampu menyatukan berbagai negara, budaya, dan masyarakat dari seluruh dunia. Hal tersebut, menurutnya, telah terbukti pada penyelenggaraan turnamen sebelumnya di berbagai negara, seperti FIFA World Cup Qatar 2022 dan FIFA World Cup Russia 2018.
Adapun FIFA World Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Turnamen ini akan menjadi edisi pertama yang diikuti oleh 48 negara dari enam konfederasi sepak bola dunia.
Selain itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, turnamen tersebut akan dilaksanakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Sumber: Antara Sumbar
