MEDIAMINANG.COM – Kasus penyakit campak di Padang, Sumatera Barat dilaporkan mengalami peningkatan, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Andalas yang berada di Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur.
Kepala Puskesmas Andalas, Weni Fitria Nazulis, menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan klinis yang dilakukan sejak tahun lalu hingga awal 2026, tercatat sebanyak 13 warga dinyatakan positif terinfeksi virus campak.
Ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 105 orang yang diduga terinfeksi campak berdasarkan pemeriksaan klinis di fasilitas kesehatan tersebut. Namun tidak semua kasus dapat dipastikan karena keterbatasan pemeriksaan laboratorium.
Dari jumlah tersebut, hanya 26 sampel yang dikirim untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Hasilnya menunjukkan bahwa 11 orang dinyatakan positif campak, sementara satu orang lainnya terkonfirmasi terinfeksi Rubella.
Rubella atau campak Jerman merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan umumnya menyerang anak-anak maupun remaja. Gejalanya biasanya berupa demam ringan yang disertai munculnya ruam kemerahan pada kulit.
Setelah adanya temuan kasus tersebut, pihak puskesmas langsung melaksanakan program imunisasi respons wabah atau Outbreak Response Immunization (ORI) di beberapa kelurahan yang warganya teridentifikasi terinfeksi campak.
Program ORI merupakan upaya imunisasi massal yang dilakukan sebagai langkah cepat untuk menekan penyebaran penyakit ketika terjadi potensi kejadian luar biasa (KLB) di suatu wilayah.
Memasuki tahun 2026, jumlah dugaan kasus campak kembali menunjukkan peningkatan. Dalam kurun waktu dua bulan pertama tahun ini, yaitu Januari hingga Februari, tercatat sebanyak 32 orang diduga terinfeksi virus tersebut.
Pada Januari 2026, pemeriksaan sampel dilakukan terhadap empat orang. Hasilnya dua orang dinyatakan positif campak, sementara dua lainnya dinyatakan negatif setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Sementara itu, pada Februari 2026 tercatat enam kasus tambahan yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Menurut dr. Weni, jumlah tersebut baru berasal dari wilayah kerja Puskesmas Andalas saja, sementara di Kota Padang masih terdapat puluhan puskesmas lain yang juga melakukan pemantauan terhadap kemungkinan penyebaran penyakit campak.
Sumber: Tribun Padang
