MEDIAMINANG.COM – Aksi boikot dilakukan sejumlah kelompok suporter Semen Padang FC saat laga melawan Persijap Jepara di Stadion Haji Agus Salim, Senin (20/4/2026).
Langkah ini menjadi bentuk protes terhadap kinerja manajemen tim yang dinilai belum memuaskan.
Dirigen The Kmers Mania, Bule, menyebut boikot tersebut sebagai peringatan agar manajemen segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Sebagai tanda protes, kami memboikot pertandingan ini untuk mengingatkan manajemen,” ujarnya.
Ia menegaskan, suporter merupakan bagian penting dari klub yang tidak bisa diabaikan.
“Klub tanpa supporter tidak akan lengkap, dan manajemen harus tahu itu,” katanya.
Menurutnya, berbagai keluhan suporter selama ini belum mendapat respons serius dari pihak manajemen.
Karena itu, suporter memberikan ultimatum dalam dua pertandingan ke depan agar ada perubahan signifikan.
“Kami menuntut dalam dua pertandingan ini ada perubahan. Jika tidak, manajemen sebaiknya melepas jabatannya,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti persoalan internal tim, mulai dari pemilihan pelatih hingga rekrutmen pemain yang dinilai tidak tepat sejak awal musim.
Ia bahkan mengkritik penggunaan anggaran tim yang dinilai tidak sebanding dengan kualitas pemain yang didatangkan.
Akibat kondisi tersebut, Semen Padang FC masih berada di papan bawah klasemen dan berjuang keluar dari zona degradasi.
Sebelumnya, sejumlah suporter memilih tidak masuk stadion dan menggelar nonton bareng di luar area pertandingan.
Beberapa kelompok suporter seperti The Kmers Mania, Spartack, dan UWS tetap memberikan dukungan melalui yel-yel, meski diiringi kritik terhadap manajemen.
Sejumlah spanduk protes juga terlihat terpasang, sementara suasana sempat memanas menjelang akhir pertandingan.
Suporter menegaskan, langkah lanjutan akan bergantung pada respons manajemen terhadap tuntutan yang disampaikan.
Sumber: Tribun Padang
