Pemkab Solok Selatan Evaluasi 14 SPPG MBG, Dorong UMKM Lokal Terlibat

MEDIAMINANG.COM – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mematangkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui evaluasi operasional 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berjalan di wilayah tersebut.

Evaluasi itu dibahas dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program MBG di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Rabu (13/5/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Solok Selatan sekaligus Wakil Ketua Satgas MBG, Taufik Effendi mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi pelajar, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Program MBG ini memiliki tujuan yang sangat mulia bagi anak-anak kita. Namun, dampak positifnya juga harus dirasakan masyarakat melalui efek domino ekonomi,” ujarnya.

Pemkab mendorong seluruh SPPG agar melibatkan pelaku UMKM dan pedagang lokal sebagai pemasok bahan pangan di sekitar lokasi operasional.

Meski telah ada 14 unit SPPG yang beroperasi, pemerintah daerah mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang perlu segera dibenahi.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian yakni belum optimalnya keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok program MBG.

Selain itu, aspek keamanan pangan juga menjadi sorotan setelah ditemukan beberapa SPPG belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hal tersebut disebabkan hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang belum memenuhi standar minimal kelayakan sebesar 80 persen.

Pemkab Solok Selatan meminta seluruh pengelola SPPG segera melengkapi izin dan memperbaiki standar sanitasi guna menjamin keamanan makanan bagi para siswa penerima manfaat.

Berdasarkan data pemerintah daerah, total sasaran penerima manfaat MBG di Solok Selatan mencapai sekitar 64 ribu orang.

Namun saat ini baru sekitar 34,8 ribu penerima manfaat yang dapat terlayani karena keterbatasan jumlah SPPG yang tersedia.

Setiap unit SPPG diketahui memiliki kapasitas penyediaan makanan bagi sekitar 2.500 penerima manfaat per hari.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menegaskan akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program MBG, mulai dari aspek administratif, sanitasi, hingga pengelolaan bahan baku.

Pemkab berharap program tersebut tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal di Solok Selatan.

Sumber: Tribun Padang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *