Semen Padang FC Kian Tertekan di Zona Degradasi Usai Kalah dari Persis Solo

MEDIAMINANG.COM – – Semen Padang FC masih tertahan di zona merah setelah kalah 1-2 dari Persis Solo pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-27, Minggu (12/4/2026) di Stadion Manahan, Solo.

Hasil tersebut membuat Semen Padang FC tetap berada di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin. Sementara posisi juru kunci ditempati PSBS Biak dengan 18 poin.

Di atasnya, Madura United mengoleksi 23 poin usai meraih kemenangan atas Persik Kediri. Persis Solo sendiri naik ke peringkat ke-15 dengan 24 poin setelah mengamankan tiga angka dari laga ini.

Dengan kondisi tersebut, Semen Padang FC dituntut meraih hasil maksimal dalam tujuh laga tersisa demi keluar dari zona degradasi. Tantangan yang dihadapi tidak mudah, karena mereka masih harus bertemu tim-tim kuat seperti Borneo FC dan Persija Jakarta.

Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan, meski tetap memberikan apresiasi kepada lawan.

“Yang pasti kami kecewa. Tapi pertama saya ucapkan selamat untuk Persis Solo yang bisa meraih tiga poin,” ujarnya usai pertandingan.

Ia menilai timnya sebenarnya mampu menguasai permainan dan menciptakan banyak peluang, namun kurang efektif dalam penyelesaian akhir.

“Kita sebenarnya bermain sangat baik, penguasaan bola dan peluang banyak. Tapi sepak bola tidak hanya bicara soal posisi, melainkan efektivitas. Itu yang menjadi kendala kami hari ini,” jelasnya.

Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi kepada para pemain.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi para pemain yang sudah bekerja luar biasa,” tambahnya.

Pemain Semen Padang FC, Gufron, juga menyampaikan kekecewaan atas hasil tersebut, namun tetap mengajak tim untuk bangkit.

“Untuk hasil tentu kami kecewa. Tapi untuk teman-teman Semen Padang tetap semangat dan jangan pernah menyerah apapun yang terjadi. Sekali lagi selamat untuk Persis Solo,” ujarnya.

Imran menegaskan bahwa timnya masih memiliki peluang untuk bertahan di kompetisi meski berada di papan bawah.

“Kalau satu persen itu pilihan, apalagi kita masih punya empat pertandingan kandang. Tidak ada pilihan lain, semua pertandingan kami anggap final,” tegasnya.

Ia juga menyoroti efektivitas dan konsentrasi sebagai evaluasi utama tim.

“Lawan tidak banyak peluang, tapi bisa jadi gol. Ini jadi catatan kami, terutama soal konsentrasi,” katanya.

Selain itu, kondisi lapangan yang sempat diguyur hujan juga memengaruhi permainan, meski tidak dijadikan alasan utama kekalahan.

“Di awal sebelum hujan permainan kami cukup baik. Setelah hujan kami sedikit terkendala, tapi itu bukan alasan. Ini jadi evaluasi bagaimana kami tetap konsisten dalam kondisi apapun,” ujarnya.

Ia berharap dukungan suporter di laga kandang dapat menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk bangkit.

“Kami banyak dihidupkan oleh suporter saat bermain di kandang. Itu sangat positif dan memotivasi kami. Kami akan fight sampai akhir dan tidak akan menyerah,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Padang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *