Jelang Lebaran, Pasar Muara Labuh Ramai Pembeli; Stok Pangan Solok Selatan Masih Aman

MEDIAMINANG.COM – Menjelang berakhirnya bulan Ramadan 1447 Hijriah, aktivitas ekonomi di pasar tradisional di wilayah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mulai meningkat. Meskipun sejumlah harga bahan pokok mengalami kenaikan, pemerintah daerah memastikan ketersediaan stok pangan di tingkat pedagang masih mencukupi hingga perayaan Idul Fitri 2026.

Suasana ramai terlihat di Pasar Muara Labuh pada Kamis (12/3/2026). Aktivitas jual beli tampak lebih padat dari biasanya, seiring meningkatnya jumlah warga yang datang untuk membeli kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Kondisi ini merupakan fenomena tahunan yang lazim terjadi menjelang hari raya, ketika permintaan masyarakat terhadap berbagai bahan pangan meningkat cukup signifikan.

Salah seorang pedagang telur di pasar tersebut, Mimi, mengaku bahwa minat pembeli pada tahun ini tergolong tinggi. Ia mengatakan sekitar seratus papan telur yang dibawanya sejak pagi telah habis terjual sebelum pukul sepuluh pagi.

Biasanya, jumlah tersebut dapat mencukupi hingga pasar tutup. Namun karena tingginya permintaan, ia harus kembali menambah pasokan agar pembeli yang datang kemudian tetap dapat memperoleh barang yang dibutuhkan.

Mimi juga menjelaskan bahwa peningkatan penjualan ini terjadi bersamaan dengan perubahan harga beberapa komoditas. Dari tiga jenis telur yang dijualnya, yaitu telur ayam ras, telur bebek, dan telur puyuh, hanya telur puyuh yang mengalami kenaikan harga yang cukup terasa, sementara dua jenis lainnya masih relatif stabil.

Di sisi lain, permintaan terhadap daging sapi sebagai salah satu bahan utama masakan khas Minangkabau juga mulai meningkat. Saat ini harga daging sapi di pasar tersebut berkisar sekitar Rp150.000 per kilogram, dan diperkirakan akan bertahan hingga setelah Lebaran karena tingginya kebutuhan masyarakat untuk memasak rendang.

Berbeda dengan daging sapi, harga daging ayam justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Seekor ayam dengan bobot sekitar dua kilogram kini dijual sekitar Rp80.000 per ekor. Kondisi ini membuat sebagian konsumen mulai mengurangi pembelian karena harga dianggap cukup tinggi.

Sementara itu, harga sejumlah bumbu dapur seperti cabai merah dan bawang, serta produk hasil laut, masih berada pada tingkat yang relatif stabil. Meski terdapat kenaikan, pergerakannya tidak terlalu tajam sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, juga melakukan inspeksi langsung ke beberapa pasar tradisional dalam dua hari terakhir untuk memastikan kondisi pasokan pangan tetap terjaga.

Menurutnya, kegiatan pemantauan tersebut penting dilakukan guna memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar serta tidak terjadi kendala yang dapat memengaruhi ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat menjelang Lebaran.

Sumber: Tribun Padang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *