Harga Gambir Turun, Petani di Limapuluh Kota Beralih ke Tambang Emas

MEDIAMINANG.COM – Fenomena petani gambir di Kabupaten Limapuluh Kota yang beralih menjadi penambang emas menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Peralihan ini dinilai sebagai dampak dari turunnya harga gambir di pasaran, sehingga petani mencari alternatif penghasilan yang lebih menguntungkan.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman, menyebut kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika ekonomi masyarakat.

“Ini pilihan masyarakat. Mereka pasti memilih usaha yang dirasa lebih menguntungkan saat itu,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, peralihan komoditas juga sering terjadi di sektor pertanian, tergantung pada harga pasar yang berubah-ubah.

Menurutnya, saat harga gambir turun, sebagian petani memilih beralih sementara ke sektor lain, termasuk pertambangan emas.

“Karena harga gambir turun, mereka merasa kurang beruntung. Lalu ada peluang di tambang, mereka ke sana dulu,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah tetap mendorong petani agar tidak meninggalkan komoditas gambir sebagai sumber utama penghasilan.

Afniwirman menegaskan bahwa harga komoditas bersifat fluktuatif dan berpotensi kembali naik.

“Kita dorong tetap bertani gambir, karena harga itu pasti berfluktuasi. Nanti juga akan naik lagi,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyebut kondisi pasar ekspor turut memengaruhi harga gambir.

Menurutnya, pasar utama gambir berada di India dan Pakistan, sehingga faktor geopolitik turut berdampak pada perdagangan.

Pemerintah pun mendorong percepatan hilirisasi gambir agar memiliki nilai tambah dan tidak terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah.

Di sisi lain, pemerintah mengingatkan agar aktivitas tambang emas tetap memperhatikan aspek hukum dan lingkungan.

Pemprov Sumbar juga berkoordinasi dengan aparat untuk mengawasi tambang ilegal serta mendorong legalisasi melalui pengusulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Pemerintah berharap masyarakat tetap bijak dalam memilih mata pencaharian tanpa meninggalkan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Sumber: Tribun Padang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *