Wamenkes Usulkan Pasien TBC Miskin Terima MBG, Target Renovasi Ratusan Rumah di Sumbar

MEDIAMINANG.COM – Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengusulkan agar pasien tuberkulosis (TBC) dari keluarga kurang mampu dapat menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Usulan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Selasa (12/5/2026).

Menurut Benjamin, pasien TBC membutuhkan asupan protein dan gizi yang baik guna mendukung proses penyembuhan selama menjalani pengobatan.

“Saya lagi mengusulkan supaya MBG bisa diberikan ke pasien TBC yang kurang mampu agar program ini juga tepat sasaran,” kata Benjamin kepada TribunPadang.com.

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini tengah memperjuangkan agar penderita TBC dari kalangan miskin masuk dalam daftar penerima manfaat program MBG.

“Pasien TBC ini memang membutuhkan kebutuhan protein dan gizi yang baik. Kalau memang diperbolehkan, kami ingin mengusulkan bahwa penderita TBC juga boleh mendapatkan makanan bergizi gratis ini,” ujarnya.

Benjamin mengatakan pemberantasan TBC menjadi salah satu perhatian serius pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

Ia mengungkapkan, sebanyak 126 ribu orang meninggal akibat TBC setiap tahun di Indonesia, padahal penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila pasien rutin menjalani pengobatan.

“Bayangkan dalam satu tahun ada 126 ribu orang meninggal karena TBC. Padahal kalau diobati, pasien TBC tidak akan meninggal dunia,” katanya.

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan kini menjalankan berbagai program percepatan penanganan TBC dengan melibatkan lintas kementerian.

Benjamin menyebut Sumatera Barat menjadi provinsi ke-24 yang dikunjunginya dalam rangka memperkuat penanganan TBC di daerah.

“Kami datang bersama gubernur, bupati, camat, lurah, kepala desa hingga kader kesehatan untuk memperkuat penanganan TBC,” ujarnya.

Selain pengobatan, pemerintah juga menyiapkan program renovasi rumah bagi penderita TBC melalui Kementerian Perumahan.

Sementara itu, Kementerian Sosial turut menyiapkan bantuan sosial dan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Ada kementerian perumahan yang bantu renovasi rumah warga TBC, kemudian bantuan sosial dan pangan juga disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Secara nasional, pemerintah menargetkan renovasi 8.000 rumah penderita TBC di Indonesia.

Khusus untuk Sumatera Barat, Benjamin berharap sedikitnya 300 rumah dapat menerima bantuan renovasi, bahkan ditargetkan bisa mencapai 500 rumah.

“Saya harapkan minimal di Sumbar ini bisa 300 rumah direnovasi, syukur-syukur bisa sampai 500 rumah,” ujarnya.

Ia optimistis program penanganan TBC dapat berjalan efektif apabila pemerintah pusat dan daerah mampu berkoordinasi dengan baik dalam pendataan maupun pengawasan.

“Kalau pemerintah pusat dan daerah kompak, maka hasilnya akan makin nyata untuk perbaikan kesehatan masyarakat,” tutup Benjamin.

Sumber: Tribun Padang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *