MEDIAMINANG.COM – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama perekonomian daerah di tengah dinamika ekonomi global.
Sejak tahun 2021, di bawah kepemimpinan Bupati Khairunas dan Wakil Bupati Yulian Efi, berbagai program pengembangan UMKM menunjukkan hasil yang signifikan. Saat ini, tercatat sebanyak 12.768 unit UMKM tersebar di wilayah tersebut.
Melalui program “UMKM Naik Kelas”, pemerintah daerah melakukan pembinaan secara bertahap dan terukur. Sebanyak 1.769 pelaku usaha mikro di tujuh kecamatan telah mendapatkan pendampingan intensif guna meningkatkan kualitas usaha dan pola pikir bisnis mereka.
Selain itu, dukungan sarana produksi juga diberikan kepada 1.323 pelaku usaha dalam bentuk bantuan peralatan, guna meningkatkan efisiensi serta kapasitas produksi.
Pemerintah juga mendorong aspek legalitas usaha sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pasar. Hingga saat ini, sebanyak 5.804 pelaku UMKM telah difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta pendaftaran merek.
Program ini melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah provinsi, Kementerian Agama, Bank Indonesia, serta Pusat Kajian Halal LDPM Bukittinggi.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Solok Selatan, Musferi Hendra, menyatakan bahwa program ini bertujuan membangun ekosistem usaha yang kuat dan berdaya saing.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah UMKM, tetapi juga kualitasnya agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Hasilnya, sejumlah produk unggulan seperti kopi dan rendang dari Solok Selatan kini telah berhasil menembus pasar luar negeri, termasuk Jepang dan negara-negara di Eropa.
Sumber: Tribun Padang
