MEDIAMINANG.COM – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026 kembali disalurkan oleh Bank Nagari dengan total plafon mencapai Rp1,5 triliun. Program ini ditujukan untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat di Sumatera Barat, terutama pascabencana yang terjadi pada November 2025.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menyampaikan bahwa besarnya alokasi tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Ia berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk mengembangkan usaha dan memperluas akses pembiayaan.
Sejak 6 Januari 2026, masyarakat sudah dapat mengakses KUR dengan berbagai kemudahan. Salah satu keunggulan utama program ini adalah suku bunga 0 persen pada tahun 2026, yang kemudian naik menjadi 3 persen pada 2027 dan 6 persen pada 2028.
Selain itu, plafon pinjaman KUR mencapai Rp500 juta tanpa biaya administrasi maupun provisi. Skema pembiayaan juga tersedia dalam bentuk konvensional dan syariah.
Pemerintah turut mendorong agar penyaluran KUR lebih difokuskan ke sektor produktif seperti pertanian, peternakan, perikanan, industri, hingga pariwisata, dengan porsi minimal 60 persen.
Tidak hanya KUR, Bank Nagari juga menghadirkan program Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA). Program ini ditujukan bagi petani dan pelaku agribisnis untuk memperoleh alat pertanian modern. KUA menawarkan bunga ringan sebesar 3 persen per tahun, plafon pembiayaan hingga Rp2 miliar, serta tenor pinjaman hingga lima tahun.
Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau.
Untuk mengajukan pembiayaan, masyarakat cukup memenuhi beberapa persyaratan seperti memiliki usaha produktif minimal enam bulan, tidak memiliki riwayat kredit bermasalah, serta melengkapi dokumen seperti KTP dan NIB atau SKU.
Pengajuan dapat dilakukan melalui kantor cabang Bank Nagari, situs resmi, aplikasi Ollin by Bank Nagari, maupun layanan Nagari Call.
Bank Nagari mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan program ini sebelum kuota penyaluran habis, agar keterbatasan modal tidak lagi menjadi hambatan dalam mengembangkan usaha.
Sumber: Tribun Padang
