Strategi Pembangunan 2027, Solok Selatan Prioritaskan SDM dan Penguatan Ekonomi

MEDIAMINANG.COM – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mematangkan arah pembangunan untuk tahun anggaran 2027 melalui Forum Musyawarah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rembuk Stunting. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan produktivitas ekonomi masyarakat.

Penyusunan RKPD 2027 tersebut menitikberatkan pada penguatan daya saing daerah, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga mendorong produktivitas masyarakat di berbagai sektor unggulan.

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, mengatakan arah kebijakan tersebut merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

“Tahun depan, fokus kita adalah layanan publik berbasis teknologi serta pemerataan infrastruktur dasar yang menopang ekonomi lokal,” ujarnya di Aula Sarantau Sasurambi, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, integrasi perlindungan sosial menjadi pilar penting agar pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Seluruh perangkat daerah diminta memprioritaskan program yang selaras dengan visi pembangunan daerah.

Meski demikian, Yulian mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang belum optimal serta keterbatasan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah.

RKPD 2027 diharapkan mampu menjadi solusi untuk membuka keterisolasian daerah sekaligus memperlancar arus logistik.

Di sisi lain, isu stunting menjadi perhatian utama. Ketua DPRD Solok Selatan, Martius, menegaskan pentingnya penanganan stunting sebagai dasar menciptakan SDM yang unggul.

“Program pengentasan stunting harus terencana dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia menekankan tiga aspek penting, yakni integrasi anggaran, peran aktif pemerintahan nagari, dan penggunaan data yang akurat agar program tepat sasaran.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menilai Solok Selatan memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Firdaus Firman, menyebut potensi sektor pertanian, kehutanan, hingga energi hijau sebagai modal utama pengembangan ekonomi daerah.

“Solok Selatan memiliki peluang besar menjadi pusat agroindustri dan ekonomi hijau,” ujarnya.

Selain itu, potensi wisata budaya juga dinilai dapat menjadi daya tarik yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan perencanaan yang terarah dan terintegrasi, Solok Selatan diyakini mampu menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Sumber: Tribun Padang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *