MEDIAMINANG.COM – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Yaunin Padang menggelar kegiatan bakti sosial di hunian sementara korban banjir bandang di Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini tidak hanya berupa pembagian sembako, tetapi juga survei kesehatan mental guna mengukur dampak psikologis yang dialami warga pascabencana.
Direktur RSJ dr. Yaunin, dr. Yulhasmida, M.Kes., MM., mengatakan survei dilakukan untuk mendeteksi dini gangguan kejiwaan di tengah masyarakat terdampak.
“Kita ingin mengetahui berapa persen masyarakat yang mengalami masalah kejiwaan pascabanjir. Di lokasi ini terdapat sekitar 79 rumah, minimal kita mendapatkan 79 kuisioner, bahkan bisa lebih jika dalam satu rumah ada dua hingga tiga orang yang ikut mengisi,” ujarnya.
Menurutnya, survei tersebut mencakup berbagai kondisi psikologis, seperti gangguan tidur, kecemasan, hingga respons emosional warga setelah mengalami bencana.
Hasil survei nantinya akan menjadi bahan riset sekaligus dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan pemberian konseling atau pendekatan keagamaan.
Sementara itu, dr. Azahra Sa’idah Ramadhani menjelaskan bahwa kuisioner yang digunakan mengukur tingkat kecemasan, depresi, serta gejala trauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD).
“Dari beberapa sampel, ada masyarakat yang cenderung mengulang-ulang ingatan kejadian banjir. Misalnya saat hujan deras, mereka menjadi was-was, jantung berdebar, dan takut kejadian itu terulang kembali,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagian warga juga mengalami kecemasan akibat kerugian yang dialami, seperti kehilangan tempat tinggal. Namun, ada pula yang mulai menunjukkan kondisi psikologis yang lebih stabil.
“Hasilnya masih bervariasi dan belum bisa disimpulkan karena akan dilakukan pengolahan data lebih lanjut berdasarkan skor dari masing-masing kuisioner,” tambahnya.
Selain survei, RSJ dr. Yaunin juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan stres dan pentingnya menjaga kesehatan mental pascabencana.
Diharapkan, kegiatan ini dapat membantu masyarakat memahami kondisi psikologisnya sekaligus menjadi dasar dalam upaya penanganan bencana di masa mendatang.
Sumber: Tribun Padang
