MEDIAMINANG.COM – Kementerian Haji mulai mempersiapkan pemberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Arafah menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Seluruh jemaah haji Indonesia saat ini telah berada di Makkah dan memasuki tahap akhir persiapan sebelum diberangkatkan ke Arafah pada 8 Dzulhijjah.
Pergerakan jemaah dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi guna mendukung kelancaran layanan Armuzna.
Juru Bicara Kementerian Haji, Maria Assegaff, meminta seluruh jemaah mematuhi jadwal keberangkatan dan mengikuti arahan petugas selama proses menuju Arafah.
Ia menegaskan jemaah tidak diperbolehkan bergerak sendiri maupun terpisah dari rombongan demi menjaga ketertiban dan keselamatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Menurut Maria, sejak pukul 07.00 waktu Arab Saudi, Satuan Tugas Arafah telah diberangkatkan lebih awal untuk memastikan seluruh layanan Armuzna siap digunakan.
Pengecekan dilakukan mulai dari kesiapan tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, bimbingan ibadah, perlindungan jemaah, hingga proses penerimaan jemaah di Arafah.
Kemenhaj menilai fase Armuzna menjadi tahapan paling penting sekaligus paling padat dalam rangkaian ibadah haji sehingga seluruh layanan harus dipastikan berjalan optimal.
Selain itu, jemaah juga diimbau menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak istirahat, makan teratur, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh selama menjalani ibadah di Tanah Suci.
Jemaah diminta hanya membawa barang seperlunya seperti dokumen identitas, kartu jemaah, obat pribadi, masker, perlengkapan ibadah, botol minum, dan pakaian secukupnya.
Maria juga mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk saling membantu, terutama kepada lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Kemenhaj bersama otoritas Arab Saudi dan seluruh unsur layanan terus melakukan koordinasi agar pelaksanaan Armuzna berjalan aman, tertib, dan lancar bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
Sumber: Tribun Padang
