Update Banjir Lintau Buo: 131 KK Terdampak, 3 Rumah Hanyut dan 6 Jembatan Putus

MEDIAMINANG.COM – Musibah banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tanah Datar pada Selasa (12/5/2026) menyisakan dampak besar bagi warga di Kecamatan Lintau Buo.

Berdasarkan data terbaru dari pihak kecamatan, sebanyak 131 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda empat nagari, yakni Nagari Buo, Nagari Taluak, Nagari Tigo Jangko, dan Nagari Pangian.

Camat Lintau Buo, Ikrar Pahlepi mengatakan, kerusakan paling parah terjadi di Nagari Taluak dengan 69 KK terdampak. Di wilayah tersebut, tiga rumah hanyut terbawa arus, delapan rumah mengalami rusak berat, dan 45 rumah rusak ringan.

Sementara di Nagari Pangian tercatat 47 KK terdampak. Meski tidak ada rumah hanyut, kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian cukup signifikan. Satu rumah dilaporkan mengalami rusak berat akibat terjangan banjir.

Di Nagari Buo, sebanyak 15 KK terdampak dengan rincian dua rumah rusak berat, lima rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan. Tiga warga dilaporkan masih mengungsi karena rumah mereka belum layak ditempati.

“Kami terus melakukan pendataan dan koordinasi dengan BPBD serta pihak terkait. Saat ini kebutuhan mendesak warga adalah sembako, pakaian, dan peralatan bayi,” ujar Ikrar, Kamis (14/5/2026).

Selain permukiman warga, sektor pertanian juga mengalami kerusakan cukup besar. Di Nagari Pangian, sekitar 50 hektar sawah dan lima hektar ladang rusak akibat banjir. Sedangkan di Nagari Buo, 10 hektar sawah dan lima hektar ladang ikut terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada sektor perikanan warga. Sebanyak 25 kolam ikan di Nagari Buo dilaporkan hilang, sementara di Pangian lima kolam dan di Taluak empat kolam mengalami kerusakan total.

Akses transportasi masyarakat turut terganggu setelah enam jembatan dilaporkan putus. Rinciannya, empat jembatan di Nagari Taluak dan dua jembatan di Nagari Pangian mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir.

Selain itu, satu unit sepeda motor dilaporkan hilang tersapu arus di Nagari Taluak. Empat unit truk dan satu mobil juga mengalami kerusakan berat akibat tertimbun material banjir.

Warga terdampak saat ini membutuhkan bantuan berupa sembako, pakaian bayi, pakaian anak-anak hingga lansia, selimut, serta peralatan makan.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca di Sumatera Barat masih belum stabil.

Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun luka berat akibat banjir tersebut. Namun kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Sumber: Tribun Padang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *